Di Dalam Apartemen Terdapat Seorang Wanita Kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

Di Dalam Apartemen Terdapat Seorang Wanita Kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono – Lieus Sungkharisma diamankan polisi di apartemen di daerah Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Lieus diamankan waktu sedang berbarengan seseorang wanita.

” Dalam hari Senin, 20 Mei 2019, waktu 06. 40 WIB, yg terkait diamankan di apartemen Hayam Wuruk lantai 6, kamar 614. Di dalamnya ada seseorang wanita, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin (20/5/2019) .

Argo tak menuturkan siapa ciri-ciri wanita itu.

” Diakui dia jadi ART, ” tambah Argo. Polisi setelah itu merazia apartemen itu. Pencarian ditonton oleh 2 sekuriti, ketua RW, serta seseorang saksi lain.

Dari apartemen, polisi merazia rumah Lieus yg terdapat di Jalan Keadilan No 26, Tamansari, Jakarta Barat. Awal mulanya Argo menyebutkan penangkapan dilaksanakan di Jalan Keadilan, Jakarta Barat.

” Lantas pencarian dilanjut di Jalan Keadilan Nomer 26, Kecamatan Tamansari, sesuai sama alamat di KK. Disana diketemukan istri dari yg terkait serta pencarian tuntas dilaksanakan pada waktu 09. 30 WIB, ” ujar Argo.

Kebakaran Terjadi Kurang Lebih Waktu 21,00 WIB

Kebakaran Terjadi Kurang Lebih Waktu 21,00 WIB – Sesudah pernah padam, api kembali tampil di Pasar Kosambi, Kota Bandung. Tapi petugas meyakinkan api tak kan menyebar ke tempat lain.

Sama seperti didapati, kebakaran hebat menyerang.menimpa Pasar Kosambi, di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, mulai sejak Sabtu (18/5/2019) kurang lebih waktu 21. 00 WIB. Beberapa puluh mobil pemadam dikerahkan buat menanggulangi api yang membakar sisi semi lantai paling dasar pasar itu.

Pengamatan di lapangan Senin (20/5) waktu 10. 00 WIN, petugas dari Dinas Kebakaran serta Penanggulangan Tragedi (Diskar PB) Kota Bandung masih kelihatan repot mematikan api yang masih menyala. Kepulan asap masih nampak keluar meskipun tidak sepekat tempo hari. Masih ada titik-titik api yang masih menyala serta belum diketemukan.

” Keadaan masih ada api serta saat ini masih dijalankan pemadaman, ” kata Sekretaris Diskar Kota Bandung R. Hidayat di tempat.

Menurutnya, petugas masih cukup kesusahan tembus beberapa titik lantaran pekatnya asap di ruangan dalam. Ditambah lagi, lanjut ia, ada kios yang terkunci sampai mempersulit proses pemadaman.

” Jika ruangan lapak peluang udah habis terbakar. Api menyebar ke kios-kios itu yang susah. Material tidak langsung habis terbakar tetapi pelan-pelan serta bikin munculnya asap. Asap itu mempersulit petugas, ” pungkasnya.

Tapi ia meyakinkan, api tidak menyebar ke lantai satu Pasar Kosambi. Sejumlah besar yang terbakar ada di ruangan semi lantai paling dasar.

” Dikit disyukuri api tidak merambat ke lantai satu, ” tutur Hidayat

Dedi Menerangkan Bareskrim Melimpahkan Masalah Lieus Sungkharisma Ke Polda Metro Jaya

Dedi Menerangkan Bareskrim Melimpahkan Masalah Lieus Sungkharisma Ke Polda Metro Jaya – Polisi tentukan Lieus Sungkharisma jadi tersangka permasalahan kemungkinan makar. Status tersangka ini jadi basic polisi tangkap Lieus.

” Yg tentang mangkir, karenanya dijemput paksa. Seterusnya sebelumnya penyidik telah kerjakan gelar permasalahan, ada cukup alat bukti yg buat jadi yg tentang tersangka, ” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Praset di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2019) .

Dedi menerangkan Bareskrim melimpahkan permasalahan Lieus ke Polda Metro Jaya, sampai penangkapan ditunaikan oleh anggota Direktorat Reserse Kejahatan Teristimewa (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Dedi menyatakan Lieus ditangkap polisi dalam tempat tinggalnya jam 09. 00 WIB hari ini.

” Jam 09. 00 WIB baru saja dijemput oleh penyidik Polda, ” sebut Dedi. Dedi memaparkan ada tiga alat bukti jadi basic penetapan status hukum tersangka Lieus, yaitu informasi saksibpelapor, informasi beberapa ahli dan saksi lainnya.

” Semestinya dari saksi ahli ITE, bahasa dan pidana. Lalu bukti petunjuk, penelusuran saksi pelapor dan saksi lainnya telah diperintah informasi. Berarti ada lebih dari dua alat bukti ya, ” jelas Dedi.

Lieus sebelumya dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait kemungkinan makar. Laporan pada Lieus tersebut dengan nomor LP/B/0442/V/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019.

Tentang permasalahan yg dilaporkan yakni tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Permasalahan 14 dan/atau Permasalahan 15 pada keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Permasalahan 107 jo Permasalahan 87 dan/atau Permasalahan 163 bis jo Permasalahan 107.

Penyidik Bareskrim Polri seterusnya menyebutkan Lieus buat dikendalikan jadi saksi dalam permasalahan itu. Namun Lieus mangkir dari penelusuran polisi dengan unsur belum mempunyai pengacara buat mendampinginya.

PT Layanan Marga Ngawi-Kertosono Siapkan Keamanan Serta Kelancaran Untuk Pemudik Lebaran

PT Layanan Marga Ngawi-Kertosono Siapkan Keamanan Serta Kelancaran Untuk Pemudik Lebaran – Persiapan Mudik Lebaran senantiasa dikerjakan PT Layanan Marga Ngawi-Kertosono (JNK) . Kecuali menaikkan petugas di tiga gerbang tol, saat ini faksinya kerjakan menambahkan 191 rambu serta CCTV.

” Memang benar ada sejumlah lokasi kami makin buat ruangan yg kerap berlangsung kecelakaan. Buat rambu serta CCTV keseluruhan kurang lebih 191 mulai Ngawi sampai Kertosono Nganjuk, ” kata GM Operasi serta Pemeliharaan JNK, Charles Lendra waktu dihubungi, Senin (20/5/2019) .

Menurut Charles, CCTV dapat dipasang di 65 titik baik di gerbang tol atau di ruas jalan. Buat yg di ruas jalan, CCTV dapat dipasang per satu km..

Kecuali 65 CCTV kami pasang menambahkan rambu batas optimal kecepatan dalam tol ada 37 unit. Lantas rumble stripe atau rambu kejut yg melintang di ruas main road ada 26 unit, supaya pengendara tdk ngantuk, ” tuturnya.

Charles mengemukakan, rambu kejut dipasang di wilayah riskan kecelakaan dan mendekati gerbang tol. Bila penat atau mengantuk, pengendara Mudik diimbau buat beristirahat di dua rest ruangan yg sudah disiapkan.

” Kami menyarankan pemudik buat istirahat bila penat serta ngantuk di dua rest ruangan yg berada pada ruas tol Ngawi-Kertosono, ” imbuhnya.

Tidak cuma itu, faksi Layanan Marga menempatkan pembatas jalan yg belum terpasang. Lantas kerjakan pengaspalan di jalan selesai Gerbang Tol Caruban yg kurang rata.

Seperti data yg dikumpulkan detikcom, ada dua rest ruangan di ruas tol Ngawi-Kertosono. Ialah di KM 596 Desa Sukowidi, Kecamatan Kartoharjo, Magetan serta di KM 626 Desa Saradan, Kabupaten Madiun.

Tiga Gerbang Tol (GT) yg berada pada ruas Ngawi-Kertosono juga dimaksimalkan dengan menambahkan petugas. Ialah GT Madiun, GT Caruban serta GT Nganjuk. Keseluruhan dapat ada 75 petugas di tiga GT itu waktu Mudik lebaran atau ditambah 48 petugas.

JPU Indri Wirdia Effendy Menjatuhkan Hukuman Satu Tahun Prnjara Terhadap Nuria Sinambela

JPU Indri Wirdia Effendy Menjatuhkan Hukuman Satu Tahun Prnjara Terhadap Nuria Sinambela – Karena ambil bekas buah sawit seharga Rp 132 ribu, Nuria Sinambela duduk di kursi pesakitan. Tidak tanggung-tanggung, jaksa tuntut Nuria untuk dipenjara saat 1 tahun.

” Menjelaskan terdakwa Nuria Sinambela dapat dibuktikan dengan resmi serta memberikan keyakinan bersalah lakukan ‘tindak pidana mereka yang lakukan, yang memerintah lakukan serta yang ikut serta lakukan tindakan dengan tidak resmi memungut atau memanen hasil usaha perkebunan’ sama seperti dirapikan serta diancam pidana dalam Klausal 107 huruf d UU 39 Tahun 2014 Perihal Perkebunan, ” demikian menuntut jaksa yang diambil dari blog PN Simalungun, Senin (20/5/2019) .

Mengenai bunyi komplet Klausal 107 UU Perkebunan ialah : Tiap-tiap Orang dengan tidak resmi yang :
a. melaksanakan, memanfaatkan, mendiami, serta/atau kuasai Tempat Perkebunan ;
b. melaksanakan, memanfaatkan, mendiami, serta/atau kuasai Tanah warga atau Tanah Hak Ulayat Warga Hukum Tradisi bermaksud untuk Usaha Perkebunan ;
c. lakukan penebangan tanaman dalam daerah Perkebunan ; atau
d. memanen serta/atau memungut Hasil Perkebunan ;

sama seperti disebut dalam Klausal 55, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda terbanyak Rp 4 miliar.

” Menjatuhkan pidana pada terdakwa Nuria Sinambela dengan pidana penjara saat 1 tahun dikurangi saat terdakwa ada dalam tahanan dengan perintah supaya terdakwa terus ada dalam tahanan, ” kata jaksa penuntut umum (JPU) Indri Wirdia Effendy.

Masalah yang menangkap ibu rumah-tangga itu berlangsung pada 24 November 2018. Waktu itu, dia pergi ke perkebunan sawit punya PTNP IV Padang Matinggi Nagori Teladan, Kecamatan Bosar Maligas, Simalungun dengan berjalan kaki. Tidak lupa dia bawa karung dengan arah untuk memungut berondolan kelapa sawit.

Setibanya di area insiden, dia memungut berondolan kelapa sawit yang berjatuhan. Lalu dia masukkan berondolan buah kelapa sawit itu ke karung.

” Pada 24 November 2018 seputar waktu 11. 00 WIB, terdakwa pergi ketujuan area insiden dengan memakai sepeda motor untuk ambil karung yang berisi berondolan itu, ” demikian urai jaksa dalam dakwaannya.

Setibanya di TKP, karyawan PTPN lihat Nuria. Petugas mengintrograsi Nuria serta dia mengatakan berondolan kelapa sawit itu punyanya. Nuia lalu dibawa ke Polsek bosar Maligas untuk diolah sesuai hukum yang berlaku.

” Karena tindakan terdakwa, faksi PTPN IV Kebun Padang Matinggi alami kerugian materil 6 karung yang berisi berondolan buah kelapa sawit dengan detil 120 Kg x Rp. 1. 100 = Rp 132 ribu, ” jelas jaksa.

Sidang akan dilanjut Selasa (21/5) besok dengan skedul ketetapan.

Keberkahan Makan Saling Bersama Ini Mendapat Dukungan Oleh Hadis

Keberkahan Makan Saling Bersama Ini Mendapat Dukungan Oleh Hadis – Bulan Ramadan jadikan moment buat bersilaturahmi dengan kawan lama lewat membuka bersama-sama. Bermacam ajakan membuka berbarengan di mulai dari kawan SD sampai geng arisan juga banyak muncul.

Dalam Islam, buka dengan makan berbarengan amat direkomendasi lantaran punyai banyak kegunaan serta karunia.

“Makan saling bersama itu banyak barokahnya,” kata ustaz Wahyul Afif Al Ghafiqi terhadap CNNIndonesia.com saat lalu.

Keberkahan makan saling bersama ini mendapat dukungan oleh hadis sejarah Abu Dawud tentang pembicaraan Nabi Muhammad dengan banyak teman dekat. Dalam hadis itu diriwayatkan banyak teman dekat ajukan pertanyaan, ‘mengapa makan tidak kenyang?’

Rasulullah juga balik ajukan pertanyaan, ‘Apa kalian makan sendiri-sendiri?’ Banyak teman dekat juga menjawab, ‘iya.’ Rasulullah lalu merekomendasikan banyak teman dekat buat makan bersama-sama.

“Konsumsilah kalian saling bersama serta bacalah basmalah, jadi Allah dapat berikan karunia terhadap kalian semua.”

Teman dekat Rasulullah sempat pula menyebutkan jika Rasulullah belum pernah makan sendirian. Rasulullah sempat pula menuturkan jika sebaik-baiknya makanan merupakan yg dikonsumsi dengan sejumlah tangan.

Menurut Wahyul, karunia yg didapatkan dengan membuka serta makan berbarengan mencakup rasa kebersamaan serta merajut komunikasi dengan sama-sama manusia.

“Ada kebersamaan, rasa sukur, berkunjung, serta hubungan atau komunikasi langsung antarmanusia,” tutur Wahyul yang disebut pimpinan pesantren Al Afifiyah Bandung ini.

Walau direkomendasi buat membuka bersama serta makan berbarengan, kesibukan ini dapat pula menghadirkan mudarat apabila dikerjakan melangkahi ketetapan Islam. Semisalnya, seperti isi membuka beserta gibah atau mengulas keburukan orang.

Komunikasi yg dikerjakan waktu membuka berbarengan seharusnya yg memperkuat berkunjung serta menghadirkan kegunaan buat sama-sama.

Diluar itu, waktu makan berbarengan pula direkomendasi buat sama-sama share. Islam tidak juga mengizinkan makan terlalu berlebih lantaran dapat berlebihan.

Bukber Tak Harus Jadi Ajang Pamer Sosial Media

Bukber Tak Harus Jadi Ajang Pamer Sosial Media – Badai buka puasa berbarengan alias bukber berikan warna bulan Ramadan. Medsos lantas gak ayal penuh dengan beragam photo bukber yang penuh kehangatan.

Keberadaan medsos membuat pekerjaan bukber jadi hit. Tidak masalah, namun seorang harus waspada biar pekerjaan bukber gak kehilangan esensinya.

Pengamat sosial serta budaya Kampus Indonesia, Devie Rahmawati cemas esensi bukber malahan berpindah jadi arena pameran sosial.

“Mereka memberikan diri kalau mereka mempunyai sosial media yang luas, dari perpindahan satu tempat bukber ke tempat yang lain,” kata Devie waktu dihubungi

Dari faktor spiritual, lanjut Devie, laris pamer skedul bukber juga lari dari ajaran Islam.

“Bersosial itu bukan untuk memberikan siapa diri kita, tetapi untuk mempertajam rasa peka pada lingkungan,” kata Devie.

Belum pula arena pamer yang berlangsung waktu pekerjaan membuka berbarengan dikerjakan berbarengan beberapa orang yang butuh. Pada bulan Ramadan, memberi makan yatim piatu ada kemungkinan pilihan untuk bersedekah dengan pahala yang berlipat-lipat dari Allah SWT.

Bukan pameran sosial yang semestinya ada berikan warna pekerjaan bukber di bulan Ramadan. Devie menjelaskan, pekerjaan bukber lebih baik jadikan jadi arena ide sosial yang memberi resiko buat beberapa orang.

“Kalaupun ide sosial, acara berbaginya tdk bicara mengenai kita, tetapi mengenai orang. Kalaupun lantas ada mengenai kita, itu narasinya sangat sedikit,” pungkas Devie.

Ada Sejumlah Hal Unik Dari Suku Matmana

Ada Sejumlah Hal Unik Dari Suku Matmana – Sudah tidak rahasia apabila Tunisia kerapkali dilukiskan jadi suatu negara di benua Afrika yg persis dengan padang pasir. Tapi bertandang ke sisi selatan, ada suatu tempat bernama Matmana yg amat unik.

Tempat ini dahulunya ditempati oleh sekelompok orang berber Afrika Utara, mereka bertahan hidup dengan jadikan gua jadi tempat tinggalnya. Golongan ini selanjutnya dikatakan sebagai suku Matmata.

Ada sejumlah hal unik dari Suku Matmana, antara lainnya yaitu mereka bangun rumah melalui cara menggali tanah.

Meskipun digali gunakan alat simple, fondasinya amat kukuh serta bisa bertahan sampai beberapa ratus tahun.

PILIHAN REDAKSI
Takjub Kekhasan Alam Latin di Bolivia
Gurun Wahiba, Permukiman Badui Arab di Oman
Lihat Kekayaan Oman di Nizwa serta Dhofar
Tapi janganlah kira sepele rumah ini sebab sedikitnya tiap-tiap rumah mempunyai enam area di satu galian besar ini.

Dimulai dari kamar tidur,area keluarga, dapur, serta gudang. Lubang besar ditengah-tengah jadikan halaman, sesaat sisi bagian guanya jadikan area yg sama-sama tersambung.

Rumah gua ini dapat turunkan suhu panas, serta bikin hawa dalam area makin lebih sejuk. Apabila di luar sedang panas jadi suhu di rumah goa bakal berasa sejuk, begitu juga sebaliknya.

Ramadan di Tunisia Bersama dengan Suku Matmata Rumah suku Matmata.

Buat kepentingan air bersih, Suku Matmata cuma memercayakan air hujan saja. Air hujan itu bakal disasarkan masuk ke sumur, tapi awalnya disaring dengan filter simple.

Apabila pingin mengambilnya buat dikonsumsi umumnya suku Matmata bakal gunakan kain, supaya tdk ada kotoran yg turut terbawa.
Tidak hanya rumah, Suku Matmata pula punyai kemeja yg unik bahannya katun.

Kemeja ini terbagi dalam pakaian dalaman lengan panjang, serta kain bermotif buat luarannya. Pakaian ini buat perlindungan mereka dari cuaca ekstrim di Matmata

Gak berhenti hingga di sini, suku Matmata pula mempunyai makanan ciri khas yakni roti tabuna gandum ciri khas Matmata. Semua berbahan bersumber dari pekarangan mereka sendiri.

Umat Budha Berjalan Kaki Selama Empat Km Melalui Candi Pawon

Umat Budha Berjalan Kaki Selama Empat Km Melalui Candi Pawon – Beberapa ribu umat Buddha bersama-sama beberapa biksudari beberapa majelis lakukan kirab Waisak 2563 BE/2019 dari Candi Mendut ke arah Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5).

Mereka berjalan kaki selama empat km. melalui Candi Pawon.

Kirab itu diawali terlebih dulu dengan mobil hias, misalnya bawa api dharma dari Mrapen Kabupaten Grobogan, mobil pembawa air rahmat dari Umbul Jumprit Temanggung, dan perahu relik Sang Buddha.

Lalu disertai pejalan kaki pembawa bendera Merah Putih serta bendera Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia). Dalam barisan pembawa bendera itu nampak Ketua Umum Walubi S. Hartati Murdaya turut berjalan bawa bendera organisasinya.

Dalam kirab itu pula ada grup remaja yang kenakan beberapa kemeja tradisi di Tanah Air, pembawa hasil bumi, serta paling akhir rombongan umat Buddha dari beberapa wilayah di Indonesia.

Bante Kamsai Sumano Mahathera menjelaskan kirab dengan berjalan kaki itu adalah jalan semadi dengan objeknya berjalan.

Dia memaparkan meditasi ada yang berwujud duduk diam (semadi duduk), ada yang berdiri, jalan, serta ada juga semadi tidur.

“Kirab ini ke arah ke kesadaran serta diri bijak. Kita pengin tanam pohon kebijakan dengan berjalan, dengan konsentrasi biar tahu lelah, tahu enak, bagaimana rasa-rasanya itu,” tuturnya.

Menurutnya hal semacam itu akan menghilangkan penderitaan lewat jalan dengan kesadaran.

Dia memaparkan ajaran Sang Buddha ada empat urutan semadi, yaitu jalan, duduk, berdiri, serta tidur.

“Jalan itu langkah meditasi, konsentrasi jalan, jadi orang dapat tahu jalan yang benar, jalan yang baik dari dalam hati pula, bukan sekedar kaki,” tuturnya.

Menyentuh sejumlah besar umat Buddha bawa bunga enak malam dalam kirab itu, ia menjelaskan hal semacam itu jadi fasilitas buat memuja terhadap Sang Guru yang berada pada Candi Borobudur.

“Ada Buddha besar disana. Kita ini seperti anak cucu menghadap orang-tua dengan memberikan bunga enak malam lantaran kelihatan prima disana, kita tidak prima jadi kita mencari prima,” tuturnya.

Gagasan Prabowo Serta Perbuatan Massa Itu Sudah Menyebar

Gagasan Prabowo Serta Perbuatan Massa Itu Sudah Menyebar – Capres nomer urut 02 Prabowo Subianto akan turun ke jalan untuk pimpin massa perbuatan pada 22 Mei akan datang, selesai Komisi Penentuan Umum (KPU) selesaikan kalkulasi suara Pemilu 2019. Hal tersebut dibenarkannya Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Laksamana Purnawirawan Tedjo Edhy Purdijatno.

Tedjo menuturkan Prabowo bersua beberapa purnawirawan pada 13 Mei lalu di huniannya, Jalan Kertanegara, Jakarta.

“Benar. Acara undangan membuka puasa untuk banyak senior purnawirawan serta bercakap enjoy nostalgia,” ujar Tedjo

Saat itu, tidak cuman Tedjo, ada juga Mayjen TNI Purnawirawan Haris Sudarno, bekas Kepala Tubuh Intelijen Negara (BIN), Mayjen TNI Purnawirawan Syamsir Siregar, bekas Kepala Staf TNI AU Marsekal Purnawirawan Imam Sufaat, Letjen TNI Purnawirawan Muzani Sukur, Mayjen TNI Purnawirawan Djoko Subroto, Letjen TNI Romulo Simbolon, bekas Pangkostrad Letjen TNI Burhanudin Amin, Komjen Pol Purnawirawan Sofjan Jacoeb. Selanjutnya, ada juga Bakri Abdullah, Ichsanoodin Noorsy, dan sejumlah tokoh lain.

Tedjo membetulkan kabar yang menyebutkan Prabowo akan pimpin langsung perbuatan Jaga Kedaulatan Rakyat Indonesia dari Kebohongan Pemilu 2019. Perbuatan itu akan dijalankan di muka kantor KPU pusat, Jakarta.

Ada banyak point yang bakal disuarakan. Pertama, massa akan mengharap negara memikul tanggung jawab atas wafatnya beberapa ratus anggota Kumpulan Pelaksana Pengambilan Suara (KPPS).

Ke dua, perbuatan bakal tuntut Pertanggungjawaban pelaksana pemilu atas sangkaan kebohongan yang berlangsung dengan cara masif, sistematis, serta tersusun.

Point ke-3 yaitu massa bakal menampik hasil penyelenggaraan pemilu yang dipandang sarat kebohongan sampai melanggar sila ke-5 Pancasila. Kebohongan yang juga ada dimaksud melanggar UU Nomer 7 tahun 2017 perihal Pemili dan UUD 1945.

Selesai Bersua Purnawirawan, Prabowo bakal Turun Perbuatan 22 MeiWakil Ketua Dewan Penasehat BPN Prabowo-Sandiaga, Tedjo Edhy Purdijatno.
Ke empat, massa bakal tuntut pemerintah atas ketidakadilan hukum pada rakyat, penyalahgunaan penerapan pemilu serta penyelewengan kekuasaan untuk keperluan pribadi atau kumpulan tersendiri.

Gagasan Prabowo serta perbuatan massa itu udah menyebar di sebagian group WhatsApp simpatisan Prabowo-Sandi. Kalimat ajakan untuk turun ke jalan pula ikut serta dalam pesan yang disebarluaskan.

“Perbuatan kedaulatan rakyat diselenggarakan bersama-sama di semua Indonesia serta dikehendaki ada di semua kantor perwakilan KPU serta terlebih di kantor pusat tanggal 22 sampai tuntas dibawah komando langsung capres Prabowo-Sandi serta semua team BPN,” mencuplik penggalan pesan.

“Untuk daerah wilayah dikehendaki dapat diatur oleh komponen elemen simpatisan Padi (Prabowo-Sandi) di wilayah masing masing.”

Biarpun Tedjo mengaku dianya serta Prabowo bersama dengan purnawirawan yang lain mengulas gagasan perbuatan itu, beberapa pejabat Gerindra membantahnya.

Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menolak kabar perihal gagasan Prabowo pimpin perbuatan. “Tak benar,” ujar Dasco.

Hal sama dijelaskan Wakil Ketua Umum Ferry Juliantono. Ia menolak kebenaran kabar itu. “Tak benar,” ujar Ferry.

Sampai kini, udah mengabari Waketum Sugiono yang acapkali mengikuti Prabowo di semua aktivitas, tetapi belum memperoleh tanggapan.