JPU Indri Wirdia Effendy Menjatuhkan Hukuman Satu Tahun Prnjara Terhadap Nuria Sinambela – Karena ambil bekas buah sawit seharga Rp 132 ribu, Nuria Sinambela duduk di kursi pesakitan. Tidak tanggung-tanggung, jaksa tuntut Nuria untuk dipenjara saat 1 tahun.

” Menjelaskan terdakwa Nuria Sinambela dapat dibuktikan dengan resmi serta memberikan keyakinan bersalah lakukan ‘tindak pidana mereka yang lakukan, yang memerintah lakukan serta yang ikut serta lakukan tindakan dengan tidak resmi memungut atau memanen hasil usaha perkebunan’ sama seperti dirapikan serta diancam pidana dalam Klausal 107 huruf d UU 39 Tahun 2014 Perihal Perkebunan, ” demikian menuntut jaksa yang diambil dari blog PN Simalungun, Senin (20/5/2019) .

Mengenai bunyi komplet Klausal 107 UU Perkebunan ialah : Tiap-tiap Orang dengan tidak resmi yang :
a. melaksanakan, memanfaatkan, mendiami, serta/atau kuasai Tempat Perkebunan ;
b. melaksanakan, memanfaatkan, mendiami, serta/atau kuasai Tanah warga atau Tanah Hak Ulayat Warga Hukum Tradisi bermaksud untuk Usaha Perkebunan ;
c. lakukan penebangan tanaman dalam daerah Perkebunan ; atau
d. memanen serta/atau memungut Hasil Perkebunan ;

sama seperti disebut dalam Klausal 55, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda terbanyak Rp 4 miliar.

” Menjatuhkan pidana pada terdakwa Nuria Sinambela dengan pidana penjara saat 1 tahun dikurangi saat terdakwa ada dalam tahanan dengan perintah supaya terdakwa terus ada dalam tahanan, ” kata jaksa penuntut umum (JPU) Indri Wirdia Effendy.

Masalah yang menangkap ibu rumah-tangga itu berlangsung pada 24 November 2018. Waktu itu, dia pergi ke perkebunan sawit punya PTNP IV Padang Matinggi Nagori Teladan, Kecamatan Bosar Maligas, Simalungun dengan berjalan kaki. Tidak lupa dia bawa karung dengan arah untuk memungut berondolan kelapa sawit.

Setibanya di area insiden, dia memungut berondolan kelapa sawit yang berjatuhan. Lalu dia masukkan berondolan buah kelapa sawit itu ke karung.

” Pada 24 November 2018 seputar waktu 11. 00 WIB, terdakwa pergi ketujuan area insiden dengan memakai sepeda motor untuk ambil karung yang berisi berondolan itu, ” demikian urai jaksa dalam dakwaannya.

Setibanya di TKP, karyawan PTPN lihat Nuria. Petugas mengintrograsi Nuria serta dia mengatakan berondolan kelapa sawit itu punyanya. Nuia lalu dibawa ke Polsek bosar Maligas untuk diolah sesuai hukum yang berlaku.

” Karena tindakan terdakwa, faksi PTPN IV Kebun Padang Matinggi alami kerugian materil 6 karung yang berisi berondolan buah kelapa sawit dengan detil 120 Kg x Rp. 1. 100 = Rp 132 ribu, ” jelas jaksa.

Sidang akan dilanjut Selasa (21/5) besok dengan skedul ketetapan.