Home / Kesehatan / Pemerintah Kota Solo Menambah Rumah Khusus Karantina Virus Corona

Pemerintah Kota Solo Menambah Rumah Khusus Karantina Virus Corona

Pemerintah Kota Solo Menambah Rumah Khusus Karantina Virus Corona – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengembangkan karantina di satu buah kompleks perumahan, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, dari 3 buat 17 rumah terikat penyaluran virus corona (Covid-19). perwujudan karantina tersebut melibatkan komponen TNI, Polri, dan juga satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP).

Pemimpin gugus tugas percepatan penindakan Covid-19 Kota Solo, Ahyani menuturkan perluasan dan juga pengetatan terpaksa dijalani gara-gara seorang warga dengan status Orang di peninjauan (ODP) gak disiplin melakukan karantina mandiri.
Daftar Judi Bola
Ia terlihat membantu perencanaan perjamuan pernikahan tetangganya selagi di waktu karantina tersebut. sehabis dijalani penyidikan diyakinkan penduduk itu positif terkena Covid-19.

Jadi kami pastikan supaya orang satu zona itu tidak kemana-mana, jelas Ahyani, Jumat (20/3).

Laki-laki yang pula panitera area (Sekda) Kota Solo itu menyatakan sepanjang masa karantina, kotoran yang berasal dari 17 rumah itu akan dibakar di lokasi. umumnya, kotoran penduduk Solo diakumulasi di kawasan pembuangan Akhir (TPA) ananda Cempo, Kelurahan Mojosongo.

Benar ini (membakar kotoran) melanggar hukum. namun ini situasi tertentu. alat yang mengurus kotor dari sana pun sudah kami perintah supaya memakai pengaman, ujarnya.

Ahyani menerangkan pengetatan karantina ini hanya dilakukan di zona penduduk yang positif virus corona, di Mojosongo. Sementara zona rumah pasien positif corona yang tutup usia 11 Maret lalu, di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, gak dikerjakan karantina.

Jika yang di Semanggi warganya disiplin. pemeriksaan cukup menggantungkan penduduk seputar aja, perkataannya.

Berdasarkan salah satu warga yang tinggal di seputar wilayah karantina, David Mardi Triyono, belasan petugas Satpol PP menjalankan penyemprotan awahama di kompleks perumahan tersebut seputar pukul 15. 00 WIB, kemarin. Penyemprotan dilakukan oleh fungsionaris yang memakai perkakas penyokong Diri (APD).

Kala dikonfirmasi, Kepala bagian keteraturan disiplin umum dan juga Ketentraman umum (Tibumtranmas) Satpol PP Solo, Agus Siswo Ryanto membenarkan terlihatnya penyemprotan di kompleks perumahan itu.

Kami dengan rekan-rekan dari TNI pun jaga di sana 24 jam agar mereka tidak ke mana-mana. kontrol dari jauh memakai pakaian penjahat biar enggak membuat teror, katanya.

Sebelumnya, Lurah Mojosongo Winarto mengeluhkan terlihatnya kaum penderita positif Covid-19 yang tak tertib menjalani karantina mandiri. rupanya berdiam di rumah, ia justru membantu perencanaan perjamuan pernikahan tetangganya.
Cara Daftar Sbobet
Pengidap itu pula tertangkap basah berbelanja ke pasar dan juga berjemur bareng tetangga tanpa memakai masker. belakangan penduduk ini diklaim positif corona.

Saya memohon biar satu kompleks itu dikarantina sambil agar enggak keluar-keluar dulu. Satu kompleks itu kan akses pergi masuknya cukup satu. Jadi mudah apabila hendak dijaga, jelas Winarto.

Sampai kemarin, Jumat (20/3), Pemerintah merilis nilai penderita positif di Indonesia buat 369 orang. Dari jumlah itu, 32 orang tutup usia dunia serta 17 orang diklaim sehat.

Akan tetapi, ada perbedaan statistik yang disampaikan juru ujaran Pemerintah khusus penanganan corona Achmad Yurianto dengan fakta Pemerintah wilayah DKI Jakarta. informasi Pemerintah pokok, nilai pengidap positif di Jakarta sebanyak 215 orang. Sementara data kepunyaan Pemrov DKI 224 orang positif virus corona.

About admin